Menapak Jejak Amien Rais Persembahan Seorang Putri untuk Ayah Tercinta Dikutip dari Bab Menembus Batas hal Malam itu sebuah telepon berdering untuk bapak Telepon penting nan genting Bapak yang saat itu berada dalam perjalanan diminta segera datang ke rumah Pak H

  • Title: Menapak Jejak Amien Rais: Persembahan Seorang Putri untuk Ayah Tercinta
  • Author: Hanum Salsabiela Rais
  • ISBN: 9789790755147
  • Page: 228
  • Format: Paperback
  • Dikutip dari Bab 3 Menembus Batas, hal 133 Malam itu, sebuah telepon berdering untuk bapak Telepon penting nan genting Bapak yang saat itu berada dalam perjalanan, diminta segera datang ke rumah Pak Habibie Hampir semua pimpinan partai politik dan pimpinan fraksi telah berada disana Termasuk diantaranya adalah Akbar Tanjung, Ginanjar Kartasasmita, Hamzah Haz da Dikutip dari Bab 3 Menembus Batas, hal 133 Malam itu, sebuah telepon berdering untuk bapak Telepon penting nan genting Bapak yang saat itu berada dalam perjalanan, diminta segera datang ke rumah Pak Habibie Hampir semua pimpinan partai politik dan pimpinan fraksi telah berada disana Termasuk diantaranya adalah Akbar Tanjung, Ginanjar Kartasasmita, Hamzah Haz dan Yusril Ihza Mahendra Selain para politisi dari Poros Tengah dan Golkar, ada juga perwira tinggi TNI Setiba di kediaman Habibie, bapak langsung didaulat Jendral Wiranto spontan menepukkan tangannya di bahu bapak Bismillah Pak Amien, TNI ada dibelakang anda, jika Pak Amien bersedia dicalonkan menjadi presiden , demikan kata kata Jendral Wiranto, yang saat itu merupakan panglima tinggi ABRI Sebuah daulat yang diamini oleh semua orang yang berada dalam ruangan tersebut.Bapak berkisah padaku, ia sungguh berada dalam sebuah dilemma Menjadi Presiden Memegang tampuk kepemimpinan paling tinggi di negara ini Menjadi pengambil kebijakan akhir dalam setiap urusan pemerintah dan rakyatnya.Jawaban bapak atas pertanyaan Permadi dalam sebuah seminar pra reformasi mengiang kembali, Pak Amien, beranikah Anda menjadi Presiden dan bapak menjawab, Insya Allah Berani Ia berani, karena kata kata itu semula ia maksudkan hanya sebagai wacana ice breaker untuk memecah kebuntuan demokrasi di masa orde baru Bapak tahu benar, tidak ada celah sedikitpun untuk menjadi presiden saat itu.Tapi sekarang Tawaran menjadi Presiden bukanlah wacana, tapi sangat dekat didepan mata Diusung Golkar, TNI, dan Poros Tengah Jadi, sangat kuat dukungan di MPR Perjuangan untuk rakyat secara konkret akan bisa segera terlaksana, seperti yang dicita citakan bapak.Ketika bapak menceritakan apa yang terjadi pada malam itu, aku membayangkan seperti menjadi seseorang yang melihat harta karun berlimpah tak bertuan ada didepan mata Aku pasti akan mengambilnya Tapi bapak, tidak.Bapak berkonsultasi dulu dengan ibunda tercintanya tentang tawaran ini, namun nenekku kemudian memberi nasehat, Mien, tanggung jawabmu di MPR baru saja dimulai Kamu telah disumpah menjadi ketua MPR untuk masa bakti 5 tahun Jangan berbelok di tikungan Itu tidak bagus Aku tidak setuju.Bapak dengan halus menampik tawaran Habibie, Wiranto, dan segenap politisi yang berkumpul di rumah Habibie malam itu Tampuk kepemimpinan Indonesia akhirnya diterima oleh Abdurrahman Wahid sebagai calon dari Golkar, Poros Tengah, dan TNI, menyisihkan Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan Presiden di Sidang Umum MPR 1999 Nenekku, ibunda tercinta bapak adalah figur yang begitu sentral dalam kehidupan bapak Sosok ibu sejati bagi anak anak dan lingkungannya Tak heran, bila nenek pernah mendapat predikat Ibu Teladan se eks karesidenan Solo Sebelum bapak mengambil keputusan keputusan penting, ia selalu meminta pendapat dan restu terlebih dahulu dari ibundanya Termasuk saran penting dari ibundanya untuk menolak tawaran menjadi calon presiden pengganti Habibie yang didukung Golkar, TNI dan poros tengah Bagi bapak, restu seorang ibu sangat powerful, meski terkadang harus ditelan dengan kepahitan Kepahitan karena harus menghadapi amarah massa yang tidak terima dengan gagalnya Megawati menjadi presiden Mereka merusak dan membakar rumah nenek, ibunda bapak.Nenek yang sudah renta, harus diungsikan dari kerusuhan massa yang membumi hanguskan kota Solo pada 20 Oktober 1999 Malam sebelum insiden pengrusakan dan pembakaran, kerabat di Solo telah mendengar ancaman dan desas desus bahwa sekelompok massa akan menyerbu ke rumah ibunda Amien Rais di Kepatihan, Solo Kerabatku segera mengungsikan nenekku ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Solo Tiada waktu lagi untuk menyelamatkan barang berharga apapun didalam rumah Suara nenekku yang kebingungan karena tiba tiba harus diungsikan, masih melekat di ingatanku Aku meh digowo nengdi Aku ora lara kok digowo ning PKU Aku akan dibawa kemana Aku kan tidak sakit mengapa dibawa ke PKU Pamanku Abdul Rozaq Rais yang bertugas mengungsikan nenek tak kuasa menahan air matanya Sambil memapah sang bunda, pamanku itu terpaksa berbohong Rumah ini akan direkonstruksi, Bu Ada bagian yang mau ambruk harus diperbaiki Nanti selesai rekonstruksi pasti ibu bisa kembali lagi ke rumah Rasanya berkecamuk perasaan pamanku saat itu Kenyataannya adalah rumah itu bukan akan direkonstruksi menjadi lebih baik, melainkan didestruksi besar besaran pada pagi harinya Sekelompok orang yang beringas menjebol pintu dan jendela rumah lalu memporak poranda semua isi rumah nenek.Rumah nenek yang sederhana, tempat bapak dan kelima saudaranya dibesarkan, luluh lantak dalam waktu kurang dari 3 jam Beberapa bagian ruangan di dalam rumah juga dibakar Foto kenangan keluarga tak lagi bersisa Para tetangga yang menyaksikan aksi beringas tersebut hanya bisa diam termangu karena takut pada massa yang membawa parang dan golok Konsentrasi kepolisian saat itu terpecah pada rusuh massa lainnya di Solo yang menyerang fasilitas publik di kota Seorang tetangga menyesal mengapa pihak kepolisian tak bisa datang lebih cepat padahal mendapat laporan kejadian tersebut sejak awal.Salah satu tetangga juga menceritakan bahwa ia mendengar omelan sang anarkis yang menggerutu karena tak menemukan sesuatu yang berharga untuk dijarah Sialan Omahe mak e Amien ora ana isine apa apa Mung radio karo kulkas Sialan Rumah Ibunya Amien tak ada isinya Cuma radio dan kulkas Orang tersebut berharap bisa menemukan barang berharga seperti perhiasan emas atau uang tunai yang disimpan oleh nenekku Tentu saja mereka tak berhasil mendapatkan buruan tersebut Karena nenek memang tak pernah bergelimang harta dan barang mewah didalam rumahnya.Bapak sangat terpukul, mengapa aksi perusakan dan pembakaran rumah tersebut tak bisa terhindarkan Ia merasa telah melibatkan ibunya yang telah berumur 80 tahun lebih menjadi korban dari sepak terjang politiknya Ia tak bisa membayangkan apa yang akan dipikirkan oleh ibunya jika tahu rumahnya diporak poranda.Tapi agaknya Tuhan tak mau bapak merasa seperti itu Allah telah membuat sebuah skenario yang maha agung untuk menyelamatkan nenek dari berita berita yang membuat hatinya bersedih Penyelamat itu adalah penyakit Alzheimer yang diderita oleh nenek selama 5 tahun terakhir Memori nenek sangat pendek dan semakin pendek terhadap segala hal yang baru saja terjadi.Setiap nenek menjalankan shalat fardhu, setengah jam kemudian ia akan mengulang shalat fardhunya kembali karena merasa belum menunaikan shalat Sehingga, dalam sehari, ia bisa bersembahyang lebih dari 20 kali.Persis saat akhirnya ia diberitahu pelan pelan bahwa rumahnya sebenarnya telah dirusak orang Ia hanya bersedih beberapa menit saja Lalu Alzheimer akan membuatnya segera lupa, meninggalkan kesedihannya, seolah tak pernah terjadi apa apa Setiap beberapa jam, nenek kembali bertanya mengapa ia harus berada di PKU Muhammadiyah sementara dirinya merasa tak sakit Mengapa ia tak boleh pulang ke rumahnya Lalu jawaban pamanku Rozaq Rais akan selalu sama Rumahnya masih direkonstruksi, Bu Beberapa minggu nenek di RS PKU Muhammadiyah, nenek terus menerus bertanya kapan ia bisa segera pulang ke rumahnya Menanyakan mengapa rekonstruksi rumahnya tak kunjung selesai.Dua tahun berselang sejak insiden pengrusakan rumah nenek, aku diajak bapak ibu menjenguk nenek di Solo Kata dokter otak nenekku semakin mengkerut, Alzheimer semakin akut Akibatnya, nenekku itu tak pernah tidur nyenyak karena selalu merasa belum shalat 5 waktu Para handai taulan tak bosan mengingatkan bahwa ia telah shalat puluhan kali sehari Tapi nenek tak percaya Ia mengatakan ada seseorang di luar jendela rumahnya yang selalu mengingatkannya untuk segera shalat Padahal, kami semua tak pernah melihat siapa siapa di luar jendela kamarnya Saat itulah, kami semua sadar, waktu berpulang nenek telah semakin dekat.Hari hari itu, sudah tak ada lagi ingatan yang tersisadidalam benak nenekku selain shalat, shalat, dan shalat Beberapa hari kemudian, nenek kritis Ia dilarikan kembali ke RS PKU Muhammadiyah Solo Sejak 13 September 2001 nenek koma tak sadarkan diri Ia terbaring lemah di ruangan rumah sakit Saat itu aku terus berharap agar nenek segera membuka matanya lagi, Ayolah Nek, bangunlah Tanyakan pada kami disini tentang shalat dan kapan rekonstruksi rumah selesai .Tapi rupanya Allah berkehendak lain Ia membuat kami tak kan pernah lagi mendengar pertanyaan nenek tentang shalatnya dan rekonstruksi rumahnya Jumat 14 September 2001, dua jam menjelang shalat Jumat, nenekku Sudalmiyah Syuhud Rais menghembuskan nafas terakhir.Innalillahii wa inna ilaihi rooji uun Nenekku berpulang kerahmatullah menyusul suami tercintanya yang telah berpulang pada tahun 1985 Semua orang mencium dahi nenek Bapak, ibu, pamanku, dan seluruh kerabat dekat mencium dan mendoakannya Bapak yang tak pernah sekalipun aku melihatnya meneteskan air mata, kali ini tak bisa lagi membendung derasnya kesedihan akan kepergian orang yang telah mengandung dan membesarkannya.Saat giliranku mencium dahinya, aku pejamkan mata dan berdoa sejenak Lalu aku berbisik lirih di telinganya Mbah, rumah Simbah sudah selesai direkonstruksi Sekarang, Simbah boleh pulang ke rumah untuk selamanya from hanumrais

    • Best Download [Hanum Salsabiela Rais] ↠ Menapak Jejak Amien Rais: Persembahan Seorang Putri untuk Ayah Tercinta || [Mystery Book] PDF ↠
      228 Hanum Salsabiela Rais
    • thumbnail Title: Best Download [Hanum Salsabiela Rais] ↠ Menapak Jejak Amien Rais: Persembahan Seorang Putri untuk Ayah Tercinta || [Mystery Book] PDF ↠
      Posted by:Hanum Salsabiela Rais
      Published :2018-07-08T09:25:52+00:00

    One thought on “Menapak Jejak Amien Rais: Persembahan Seorang Putri untuk Ayah Tercinta”

    1. Amien Rais, Inspirasi Hidup Tentang KeberanianHari Ahad, aku menerima sebuah hadiah menarik dari salah satu adikku. Sebuah buku yang membuat hari Senin pagiku terasa nikmat dan larut untuk membaca meski waktu terus semakin siang. Sebuah buku yang dihadiahkan oleh seorang puteri yang kini menjadi jurnalis untuk sang ayah yang kita semua mengenalnya sebagai Bapak Reformasi. Buku itu adalah karya Hanum Salsabila Rais untuk ayahandanya, Amien Rais.Siapa yang tak kenal dengan salah satu tokoh yang me [...]

    2. Hal pertama yang membuat saya terkesan karena saya mendapat buku ini gratis dari Pak Amien Rais dan Mbak Hanum, heheheJadi, ceritanya Detik Forum membuka sesi tanya jawab dengan Pak Amien Rais dan Mbak Hanum. Daaannnn pertanyaan saya terpilih sebagai salah satu dari 3 atau 5 penanya (saya lupa jumlah pastinya) terbaik. Bangga? pasti dong, apalagi member DF cerdas-cerdas dan menurut saya, saya masih jauh di bawah mereka. Namun syukur Alhamdulillah, pertanyaan saya terpilih dan saya mendapat hadia [...]

    3. my first book I don't want to read this book for second, or the third time and so forth only once in a lifetime.s I cant let my eyes keep dropping tears each and every time flipping through this book from page to page;) tHere are so many mails coming to my inbox telling that they immediately hugged and kissed their fathers as soon as finishing reading the book:)

    4. Saat masih kuliah di Makassar, saya punya kebiasaan membawa buku-buku bacaan yang saya miliki ke kampus. Bisa 6 sampai 9 buku yang saya bawa dalam sehari. Buku-buku itu saya letakkan di goodie bag dan meminjamkannya pada teman-teman yang ingin membacanya (hanya bagi mereka yang mau menaati peraturan peminjaman: bukunya tak boleh dilipat saat dibaca, halaman untuk menandai batas bacaan juga tak boleh dilipat,dan menyayangi buku itu sebagai buku sendiri yang saya izinkan membawa pulang buku-buku s [...]

    5. menurutku amien rais itu sosok aktor politik dan reformis yang patut di contoh dan ditiru, beliau mengkritik tidak hanya sekedar siapa orang itu tetapi bliau kritik apabila terdapat kesalaah dan kekeliruannya siapapun itu, bukankah seharusnya memang seperti itu.

    6. Saya kasih rating 5, karena ini buku non fiksi pertama yang saya baca tentang sesosok tokoh, yang saya sering lihat di berbagai Media. Gaya penulisan hanum, lagi-lagi membuatku ketagihan untuk terus membaca hingga akhir. Banyak hal yang bisa kupelajari dari sebuah buku "Menapak Jejak Amien Rais". Tentang sebuah kesederhanaan, cita-cita,harapan, prinsip hidup,keteladanan bahkan tentang pendidikan anak. Bukan hanya pengetahuan tentang Amien Rais yang bertambah, tetapi saya makin percaya tentang ak [...]

    7. Menapak Jejak Amien RaisBuku Biografi Amien Rais yang tidak sekedar menyuguhkan apa yang ada dipermukaan , apa yg pernah disuguhkan media, tp lebih detil dan mendalam karena ditulis oleh putrinya sendiri "Hanum Salsabila Rais". Hanum runtut bercerita tentang bapaknya dari masa kanak-kanaknya sampai dia berkeluarga, semua dikemas dengan bahasa yang runtut pula (ringan ke berat). Amien merupakan gambaran sosok bapak teladan dan pemimpin yang berwawasan kedepan mendahului jamannya. Menceritakan bet [...]

    8. Semula saya mengira, bahwa buku ini akan berkisah banyak tentang gagasan-gagasan seorang Amien Rais, pandangan serta pemikiran beliau perihal bangsa besar yang dicintainya.Akan tetapi, rupanya tidak demikian. Buku ini, sebagaimana latar belakang penulisnya, menceritakan pengalaman dan kesan seorang putri mengenai ayahnya. Dan dengan gaya bertutur yang menarik, penulis memperkenalkan saya kepada sosok Amien Rais.Satu hal penting yang saya dapati dari buku ini adalah dorongan untuk mengetahui lebi [...]

    9. Saya mengenal sosok Bapak Amien Rais sebagai tokoh reformasi yang garang dan tegas. Saya membayangkan beliau pasti mendidik anak2nya dengan disiplin tinggi.Namun setelah membaca kisah ini, yang ditulis sendiri oleh putri beliau, saya jadi punya perspektif lain tentang seorang Amien Rais.Ternyata beliau seorang ayah yang lembut. Sangat dekat dengan putra putri nya.Yang membuat sy geli sekaligus haru adalah saat diceritakan bagaimana Bapak menjemput anak2 beliau setelah lahir dari rumah sakit.Bapa [...]

    10. Membaca buku ini seperti melihat sisi lain seorang Amien Rais. Semula saya kira isi buku ini akan membahas tentang sepak terjang Amien Rais didunia politik. Setidaknya dari pandangan Hanum sebagai seorang anak. Ternyata tidak.Buku ini lebih menceritakan kedekatan seorang ayah dengan anaknya. Bagaimana peran seorang ayah untuk anaknya walaupun ditengah belitan kesibukan dan agenda politik yang sangat ketat. Buku ini sangat inspiratif. Sangat saya rekomendasikan untuk pendamping hidupku kelak:)

    11. Bagus sisi lain Amien Rais dari sudut pandang putrinya sendiri, digambarkan dan diceritakan secara sangat objektif, dan membuat kita yang membacanya mungkin akan segera teringat dengan orang tua kita masing2Saya sendiri pun pada saat membaca buku ini, langsung teringat almarhum bapak dan ibu saya, dan bagaimana beliau berdua membesarkan dan membimbing 5 orang anaknya, dengan penghasilan yang dibilang "cukup" dari menjadi PNS (guru) dan sedikit usaha kost-kost an di JogjaBagus

    12. Jika melihat di TV, Pak Amien Rais terkesan garang menentang kebijakan2 yang merugikan rakyat. Ternyata beliau sudah puluhan tahun menjalani puasa Daud, konsisten dan tidak pernah membatalkan puasanya. Buku ini menceritakan banyak sisi lain Pak Amien Rais yang mungkin tidak ditahu publik (saya aja kaliii hehehe) ditulis oleh Hanum Salsabiela Rais sebagai persembahan seorang anak yang sangat mencintai Bapaknya.

    13. Barusan selesai mengkhatamkan buku ini. Sangat inspiratif. Saya seperti mengenal sosok Bapak Amien Rais secara lebih personal.Hanum Rais bertutur dengan bahasa yang sangat komunikatif.Terharu saat tahu bahwa buku ini adalah hadiah ultah dari Hanum Rais untuk ayahnya, Bapak Amien Rais.So sweet

    14. Saya bertambah kagum dengan tokoh politik kita yang satu ini. Di tengah kesibukannya masih sempat menanamkan dan mengajarkan ilmu2 dan kebaikan serta kehangatan di keluarga dan putri2nyaSaya merasa tertampar2 khususnya pada bagian2 di mana perusahaan2 asing menguasai lahan2 sumber daya alam Indonesia terbesar, seperti freeport di papua, exxon mobil di cepu, chevron di Riau,,,,oh negeriku

    15. Kata Hanum, karena dia anak Amien Rais, maka pasti akan ada yang menilai dia subjektif ketika menulis tentang bapaknya. Kata Vera, biarin aja subjektif. Vera sendiri karena sejak SMP udah jadi fans Amien Rais, juga boleh subjektif dong ngasih buku ini bintang 4 :)

    16. Buku yang sangat inspiratif. Mba Hanum, dibuat film dong mba buku yang ini.Kan yang 99 cahaya sudah. sebentar lagi Bulan Terbelah.Ini tidak kalah bagus mba ceritanya.Ditambah kisah roman Bapak dan Ibu Amien Rais, pasti lebih bagus.Ditunggu filmnya ya mba:)

    17. Buku ini isinya sangat bagus. Kagum dengan sosok Amien Rais. Seorang Bapak bangsa yang sangat bersahaja. Penyayang kepada keluarga dan anak2nya.Recomended banget lah.:)

    18. Jadi lebih mengenal sosok Amien Rais. Ternyata dibalik sangarnya beliau dalam dunia politik, beliau adalah seorang ayah yang hangat.Aku jadi kangen ayahku

    19. Tidak menyangka kalau buku ini ternyata merupakan hadiah ultah dari seorang Hanum Rais kepada ayahnya, Bapak Amien Rais. So sweet

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *