Kraton Surakarta dan Yogyakarta Penulisan sejarah Indonesia di masa kolonial umumnya ditulis berdasarkan sumber sumber Barat peninggalan administrasi kolonial Kecenderungan para sejarawan yang terlalu menggantungkan sumber kolonial

  • Title: Kraton Surakarta dan Yogyakarta, 1769-1874
  • Author: Sri Margana
  • ISBN: 9793477725
  • Page: 211
  • Format: Paperback
  • Penulisan sejarah Indonesia di masa kolonial umumnya ditulis berdasarkan sumber sumber Barat peninggalan administrasi kolonial Kecenderungan para sejarawan yang terlalu menggantungkan sumber kolonial ini menjadi salah satu penyebab gagalnya historiografi Indonesiasentris yang telah dirintis oleh sejarawan Indonesia Sartono Kartodirdjo Buku ini adalah sebuah kompilasi dokPenulisan sejarah Indonesia di masa kolonial umumnya ditulis berdasarkan sumber sumber Barat peninggalan administrasi kolonial Kecenderungan para sejarawan yang terlalu menggantungkan sumber kolonial ini menjadi salah satu penyebab gagalnya historiografi Indonesiasentris yang telah dirintis oleh sejarawan Indonesia Sartono Kartodirdjo Buku ini adalah sebuah kompilasi dokumen dokumen Jawa yang mencakup berbagai permasalahan politik, hukum, ekonomi, agraria, pedesaan, adat dan ritual kraton di Jawa, yaitu Kasultanan Yogyakarta, dan Kasunanan dan Mangkunegaran Surakarta Buku ini dihadirkan untuk memberikan alternatif baru bagi para sejarawan Indonesia yang ingin mengkaji sejarah Jawa dengan menggunakan sumber sumber Jawa sendiri.

    • Best Read [Sri Margana] ↠ Kraton Surakarta dan Yogyakarta, 1769-1874 || [Self Help Book] PDF ✓
      211 Sri Margana
    • thumbnail Title: Best Read [Sri Margana] ↠ Kraton Surakarta dan Yogyakarta, 1769-1874 || [Self Help Book] PDF ✓
      Posted by:Sri Margana
      Published :2018-08-12T21:12:29+00:00

    One thought on “Kraton Surakarta dan Yogyakarta, 1769-1874”

    1. Butuh waktu lama mencermati tiap aturan yang diterjemahkan dalam buku ini. Buku ini mampu menjawab berbagai pertanyaan terkait hal-hal yang selama ini sulit saya mengerti.Tentang gelar keluarga kerajaan, gelar kepangkatan para abdi, adat upacara, tata cara menghadap dan berpakaian saat bertemu Raja, tentang pengangkatan pejabat, apa yang tidak boleh dilakukan pejabat, dst.Dari penerjemahan naskah ini, saya belajar betapa tidak bermartabatnya posisi perempuan-perempuan yang menjadi selir raja. Be [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *